Modul 5.b : Instalasi CMS Joomla pada Web Server Debian


debian squeezeSebelum kita menginstall joomla ke dalam web server, terlebih dahulu kita mendownload software joomla dari alamat http://www.joomla.org. Untuk mengetahui alamat detail atau link download softwarenya, terlebih dahulu kita buka alamat web page joomla menggunakan PC Host kita. Di halaman utama situs tersebut biasanya terdapat link download software joomla terbaru.

Untuk versi 3.1, link downloadnya:
http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/18622/83487/Joomla_3.1.5-Stable-Full_Package.zip

Untuk versi 2.5, link downloadnya:
http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/18624/83477/Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip

Langkah-langkah untuk instalasi dan konfigurasi cms Joomla pada Web Server Debian sebagai berikut:

  1. Setelah mengetahui alamat link untuk download joomla, maka selanjutnya mendownloadnya menggunakan PC Debian server. Sebelum mendownloadnya, sekarang saya berada pada direktori /home/habib/Downloads, agar nanti hasil download berada dalam direktori Downloads tersebut. Anda dapat menempatkan hasil download pada direktori apa saja.
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads#
    .
  2. Download software joomla dari websitenya. Dalam tutorial ini kita menggunakan joomla versi 2.5 dengan alamat link downloadnya:
    http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/18624/83477/Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip
    Untuk mendownloadnya gunakan perintah wget.
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# wget http://joomlacode.org/gf/ download/frsrelease/18624/83477/Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip
    .
    Tunggu hingga proses download selesai.
    .
  3. Setelah proses download selesai, cari di mana anda menyimpan CMS Joomla tersebut. Karena saat mendownloadnya saya berada pada direktori /Downloads, maka hasil download-an tersebut akan tersimpan di direktori /Downloads. Untuk itu mari masuk ke direktori /Downloads dengan perintah change directory (cd):
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# cd /home/habib/Downloads
    .
  4. Selanjutnya tampilkan isi direktori /Downloads dengan perintah ls.
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# ls 
    .

    Dari tampilan gambar di atas, terdapat sebuah file berektension zip bernama Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip, merupakan sofware Joomla yang harus terlebih dahulu kita ekstrak.
     .
  5. Sebelum di ekstrak, terlebih dahulu kita buat direktori bernama joomla di dalam direktori /var/www. Untuk membuat direktori, gunakan perintah mkdir. Fungsi direktori ini sebagai tempat “database” sistem instalasi Joomla yang diekstrak. Selanjutnya direktori ini juga merupakan alamat host cms yang akan diloading dari client kelak.
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# mkdir /var/www/joomla
    .
  6. Copikan file Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip ke direktori /var/www/joomla dengan perintah cp.
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# cp Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip /var/www/joomla
    .
  7. Sekarang kita pindah ke direktori /var/www/joomla
    root@server-tkj:/home/habib/Downloads# cd /var/www/joomla
    .
  8. Lihat kembali isi direktori /joomla
    root@server-tkj:/var/www/joomla# ls
    .
    Maka di dalam direktori /joomla ini pastikan sudah terdapat file Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip yang baru saja kita copikan.
    .
  9. Selanjutnya file Joomla dalam format zip ini harus kita ekstrak agar dapat nanti dieksekusi dari client saat proses instalasinya. Untuk meng-ekstrak file Joomla kita menggunakan perintah unzip. Pastikan sebelumnya bahwa Debian anda sudah diinstall program unzip.
    root@server-tkj:/var/www/joomla# unzip Joomla_2.5.14-Stable-Full_Package.zip
    .
  10. Jika tidak ditampilkan proses ekstrak file atau ditampilkan pesan seperti berikut:
    .
    -bash: unzip: command not found
    .
    berarti unzip command belum terinstal pada Debian anda.
    .
  11. Untuk itu, kita harus install terlebih dahulu unzip dengan perintah apt-get install. Sebelumnya pastikan keping DVD-1 Debian sudah dimasukkan dan dibaca oleh drive CD Rom di Debian Server.
    root@server-tkj:/var/www/joomla# apt-get install unzip

  12. Setelah unzip diinstall, ulangi kembali perintah ekstrak Joomla seperti pada langkah 9 di atas.
    .
  13. Jika proses ekstrak file Joomla selesai, maka lihat perubahan isi pada direktori /joomla dengan perintah ls.
    joomla_13
    .
  14. Selanjutnya kita pindah ke direktori /etc/apache2/sites-available. Di direktori ini kita akan membuat file konfigurasi utama untuk VirtualHost cms joomla. File ini dapat kita buat dengan mengcopikan file master yang sudah ada, yang bernama default. Untuk pindah ke direktor, gunakan perintah cd. Dan untuk melihat isi direktori, gunakan perintah ls.
    root@server-tkj:/var/www/joomla# cd /etc/apache2/sites-available
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# ls
    default              default-ssl

    .
  15. Buat VirtualHost baru dengan cara mengcopy file default dan ganti namanya menjadi joomla (sesuai dengan nama database-nya) di dalam direktori yang sama.
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# cp default joomla
    .
  16. Tampilkan kembali isi direktori /sites-available
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# ls
    default              default-ssl            joomla
    .
  17. Selanjutnya kita edit isi file joomla dengan menggunakan editor nano.
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# nano joomla
    ..
  18. Ubah dan tambah script sehingga tampak seperti pada gambar sebelah kanan di bawah ini. Jika sudah selesai dibuat, keluar dari editor dan simpan, dengan menekan tombol keyboard Ctrl+x, lalu y, kemudian ENTER.
    joomla_18
    .
  19. Karena yang akan kita gunakan adalah VirtualHost joomla, maka terlebih dahulu kita nonaktifkan VirtualHost default dan selanjutnya mengaktifkan VirtualHost joomla. Untuk menonaktifkan gunakan perintah a2dissite, sedangkan untuk mengaktifkan gunakan perintah a2ensite. Kemudian panggil apache2 dengan perintah /etc/init.d/apache2 reload atau service apache reload.
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# a2 dissite default
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# a2 ensite joomla
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# /etc/init.d/apache2 reload
    ..
  20. Selanjutnya, kita berikan hak akses pada direktori joomla agar dapat diakses dari client. Sebelum mengubah hak akses, terlebih dahulu pindah ke direktori /var/www/joomla
    root@server-tkj:/etc/apache2/sites-available# cd /var/www/joomla
    .
  21. Ubah hak akses direktori joomla.
    root@server-tkj:/var/www/joomla# chmod 777 /var/www/joomla
    .
  22. Aktifkan dan panggil kembali service apache2
    root@server-tkj:/var/www/joomla# /etc/init.d/apache2 reload
    .
  23. Selanjutnya kita akan buat database di phpmyadmin melalui PC client. Sekarang kita pindah ke PC Client (Windows XP). Jalankan web browser, kemudian ketikkan smknbi.net/phpmyadmin pada address bar. Gunakan user root dan masukkan passwordnya untuk login.
    joomla_23
    .
  24. Selanjutnya pada tampilan smknbi.net/phpmyadmin, ketikkan joomla pada bagian Ciptakan database baru, lalu pilih [Create/Ciptakan].
    joomla_24
    .
  25. Sehingga tampak seperti berikut ini.
    joomla_25
    .
  26. Tutup halaman smknbi.net/phpmyadmin. Buka kembali web browser dan ketikkan pada address bar alamat domain server kita yaitu smknbi.net.
    joomla_26
    .
  27. Secara otomatis akan masuk ke halaman instalasi joomla. Pada halaman Pilih Bahasa klik [English (United States)] >> [Berikutnya].
    joomla_27
    .
  28. Pada halaman Pre-Installation Check, Pilih [Next]
    joomla_28
    .
  29. Pada halaman License, pilih [Next]
    joomla_29
    .
  30. Pada halaman Database Configuration, ketikkan root pada Username, password mysql pada Password, dan joomla pada Database Name, lalu pilih [Next].
    joomla_30.
  31. Pada halaman FTP Configuration, langsung saja pilih [Next].
    joomla_31.
  32. Pada halaman Main Configuration, isikan konfigurasi seperti gambar berikut, setelah selesai pilih [Next].
    joomla_32...
  33. Pada halaman Remove installation folder, muncul tombol pesan “PLEASE REMEMBER TO COMPLETELY, REMOVE THE INSTALLATION FOLDER”. Abaikan saja dan jangan diklik tombol pesan tersebut, karena kita akan menghapus file instalasi secara manual dari server Debian.
    joomla_33.
  34. Selanjutnya kita akan menghapus direktori instalasi Joomla dari Debian server. Terlebih dahulu kita pindah ke direktori /var/www/joomla.
    root@server-tkj:/var/www/# cd /var/www/joomla
    .
  35. Hapus direktori installation dengan perintah rm -r
    root@server-tkj:/var/www/joomla# rm -r installation
    .
  36. Cek hasil konfigurasi kontent web server, dengan mengetikkan pada address bar: www.smknbi.net di PC Client.
    joomla_34
    .
  37. Sehingga akan ditampilkan seperti gambar berikut:
    joomla_37a
    .

  38. Selanjutnya cek konfigurasi tampilan Joomla dengan mengetikkan pada address bar: www.smknbi.net/administrator
    joomla_38
    .
  39. Sehingga tampak seperti berikut:
    joomla_39
    .
  40. Selanjutnya cek hasil konfigurasi web database, dengan mengetikkan pada address bar: www.smknbi.net/phpmyadmin
    .
  41. Selanjutnya isilah kontent web server joomla sesuai kreativitas anda dari www.smknbi.net/administrator. Untuk itu anda harus menguasai cara membuat web dengan joomla. Jika anda sudah terbiasa dengan membuat website basis joomla, maka anda akan lebih mudah merancang dan mengisi web server ini.
    .

Sampai di sini tahap Instalasi CMS Joomla pada Web Server Debian telah selesai dilakukan, selanjutnya yang akan dibahas adalah Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server serta Routing Internet dari Client.

Jika anda berminat untuk mendownload file PDF tutorial ini, silahkan klik Modul 5.b_Install dan Konfigurasi Joomla pada Web Server Debian 6. Terima kasih atas kunjungan anda.

Posted on 01/10/2013, in debian 6 squeeze, debian server, Linux, NETWORKING, Tutorial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Mas saya mau nanya ni,soal debian 6 :kan udah tuh install step satu sampe sini ni klw ane ganti ip debian server
    Bisa ngak peraturan yang ane buat bisa langsung ngubah ip nya sekaligus misal ane punya 2-4 dns server apa harus 1 1 dulu ganti nya tolong oenjelasannya

    • Tentu saja bisa. Cek IP address di:
      – network intefaces, apakah pake ip alias?
      – resolv.conf
      – file forward dns
      – file reverse dns
      – jgn lupa setiap konfigurasi selalu di restart

  2. om apachenya kok error discriptnya

  3. thanks sir

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: